Kisah

Legendary Voice Of Al-Haram, Sudais & Syuraim: The Magnificent Duo

Nama Syaikh Abdurrahman As-Sudais dan Syaikh Su’ud Asy-Syuraim bukanlah hal yang asing di telinga umat Islam di mana pun mereka berada, dua imam Masjidil Haram legendaris yang namanya akan senantiasa harum di setiap zaman. Dua sahabat karib ini mencatatkan sejarah sebagai kombinasi terbaik Al-Haram di era ini. Terkhusus di bulan suci Ramadhan, Sudais & Syuraim merupakan duet emas yang tak tergantikan pada masanya.

Syaikh Sudais diangkat menjadi imam Masjidil Haram pada tahun 1984 ketika usianya baru menginjak 22 tahun. Adapun Syaikh Syuraim ditunjuk pada tahun 1991 tatkala berusia 25 tahun.

Kisah ini bermula pada bulan Ramadhan 1414 H (1994 M), tatkala kepengurusan Al-Haramain secara resmi menunjuk dua imam muda, Syaikh Sudais dan Syaikh Syuraim untuk memimpin shalat tarawih berjamaah di Masjidil Haram selama 30 hari penuh. Ini merupakan tahun pertama dimana kombinasi brilian mereka terbentuk. Sudais dan Syuraim muda mengisi malam-malam qiyam Ramadhan dengan penuh syahdu dan khidmat. Rekaman bacaan mereka yang mengkhatamkan Al-Qur’an selama bulan Ramadhan itu pun kemudian dipublikasikan & disebarkan dalam bentuk CD, Tape, hingga diputar di radio-radio di seluruh penjuru dunia. Bahkan ‘hampir’ tak ada Masjid yang tidak memutar murottal Sudais-Syuraim menjelang adzan Maghrib di masa itu. Syaikh Sudais & Syaikh Syuraim pun semakin dikenal dan masyhur ke seantero negeri, membuat kaum muslimin senantiasa rindu dengan tanah suci.

Demikian duet emas ini terus berlanjut menghiasi sudut-sudut Al-Haram hingga tahun 1425 H/2004 M (pengecualian di tahun 1424, dimana Syaikh Shalih Al-Thalib sempat berpartisipasi mengimami tarawih). Selama 10 tahun lamanya, Ramadhan hanya diisi oleh suara mereka berdua. Setiap malam, 10 rekaat pertama dipimpin oleh Syaikh Syuraim, lalu 10 rekaat berikutnya + witir dilanjutkan Syaikh Sudais. Begitu pula sebaliknya.

Kita bisa bayangkan betapa luar biasanya ketahanan fisik mereka di masa mudanya dulu. Bahkan sangat jarang kita mendapati keduanya keliru/lupa ayat selama memimpin qiyamullail di Masjidil Haram.

Jikalau kita berbicara karomah, maka sungguh inilah karomah yang sesungguhnya! Allah telah memuliakan keduanya dengan Al-Qur’an. Rasulullah ﷺ bersabda,

إنَّ اللهَ يَرفعُ بهذا الكِتابِ أقْواماً ويَضَعُ به آخَرِينَ

“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seseorang dengan kitab ini (Al-Qur’an) dan merendahkan yang lain dengan kitab ini.” (HR. Muslim)

Sejak tahun 1426 H, imam tarawih di Masjidil Haram ditambah menjadi 4 orang atau lebih. Dikarenakan usia Syaikh Sudais dan Syaikh Syuraim sudah semakin sepuh dan tidak lagi memungkinkan bagi keduanya untuk memimpin shalat tarawih secara penuh di bulan Ramadhan sebagaimana ketika mereka muda dahulu. Maka berdatanganlah imam-imam baru yang menghiasi bulan Ramadhan di Masjid suci.

Meskipun berdatangan imam-imam baru di Haram, bagaimana pun tilawah Syaikh Sudais dan Syaikh Syuraim selalu menjadi yang paling membekas di hati umat Islam. Suara yang ikonik dan senantiasa dinikmati oleh kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Syaikh Sudais dengan suaranya yang merdu nan lembut dikombinasikan dengan suara Syaikh Syuraim yang tegas dan elegan. Benar-benar kombinasi yang sempurna dan akan sulit terulang kembali.

Kini, kombinasi Sudais & Syuraim mungkin takkan terdengar lagi. Ramadhan 1444 H menjadi akhir dari perjalanan duet emas yang selama puluhan tahun telah menjadi ikon bulan Ramadhan di tanah suci. Syaikh Su’ud Asy-Syuraim secara resmi meletakkan jabatannya sebagai imam Baitullah. Namanya tak tercantum lagi dalam daftar imam tarawih, meninggalkan sahabat terbaiknya yang dahulu bergantian bersama-sama mentartilkan kitabullah di depan Ka’bah, menemani kaum muslimin mentadabburi ayat-ayat Allah di malam-malam yang penuh berkah. Sungguh betapa kita akan merindukan kombinasi ini.

Ya Rabb, berilah balasan terbaik bagi Syaikh Sudais dan Syaikh Syuraim, terimalah amal-amal ibadah mereka, ampunilah khilaf dan kesalahan mereka, serta limpahkanlah kesehatan dan berkahilah umur mereka, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mencintai orang yang Engkau cintai, dan kumpulkanlah kami bersama orang-orang shalih, wahai Dzat Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.n

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *